1. Apa yang dimaksud ibadah umrah?
Ibadah umrah adalah berkunjung ke Baitullah untuk melaksanakan thawaf, sa’i, dan mencukur atau menggunting rambut (tah}allul) karena Allah SWT dan mengharapkan ridha-Nya.
2. Apa hukum ibadah umrah?
Hukum ibadah umrah adalah wajib bagi yang mampu dan dilaksanakan sekali seumur hidup.
3. Apakah setiap ibadah haji harus digabung dengan umrah?
Ibadah haji dan ibadah umrah adalah duaperibadatan yang masing-masing berdiri sendiri. Tidak setiap ibadah haji harus digabung dengan ibadah umrah.
4. Apa syarat wajib umrah?
Syarat wajib umrah ada lima:
a. Islam
b. Baligh (dewasa)
c. Berakal sehat
d. Merdeka (bukan budak)
e. Istita’ah } (mampu)
Setiap orang yang belum memenuhi syarat tersebut belum wajib umrah.5.Ada berapakah rukun umrah? Rukun umrah ada 5 (lima):
a. Ihram (niat)
b. Thawaf
c. Sa’i
d. Bercukur
e. Tertib
Apabila meninggalkan salah satu rukun umrah, maka umrahnya tidak sah.6. Apa yang dimaksud wajib umrah?
Wajib umrah adalah ihram umrah dari mīqāt dan tidak melakukan perbuatan/ hal-hal yang diharamkan pada waktu melakukan umrah. Apabila meninggalkan wajib umrah, maka wajib membayar dam.
7. Apa yang dimaksud umrah wajib?
Umrah wajib adalah umrah yang baru pertama kali dilakukan (disebut juga umratul Islam) atau umrah yang di lakukan karena nadzar.
8. Apa yang dimaksud umrah sunat?
Umrah sunat adalah umrah yang dilaksanakan untuk yang kedua kali dan seterusnya, bukan karena nadzar.
9. Apa benar melaksanakan umrah 7 (tujuh) kali sama pahalanya dengan melaksanakan ibadah haji 1 (satu) kali?
Tidak benar, karena tidak ada dalil yang mengatakan demikian.
10. Apa boleh melakukan umrah berkali-kali sebelum wukuf?
Diperbolehkan melakukan umrah berkali-kali sebelum wukuf, namun untuk menjaga kondisi kesehatan dalam rangka persiapan wukuf sebaiknya tidak melakukan umrah berkali-kali sebelum wukuf, mengingat Rasulullah SAW melakukan umrah 4 (empat) kali dalam 4 (empat) tahun yang berbeda.11. Apa yang dimaksud dengan ihram?
Ihram adalah niat masuk (mengerjakan) dalam ibadah haji dan umrah dengan menghindari hal-hal yang dilarang selama berihram.
12. Di mana dimulai ihram umrah bagi jemaah haji Indonesia?
a) Bagi jemaah haji gelombang I, mīqāt ihramnya di Bir Ali (Dzul Hulaifah).
b) Bagi jemaah haji gelombang II, mīqāt ihramnya:
1. Asrama Haji Embarkasi di Tanah Air. Bagi yang berihram semenjak di Asrama Haji Embarkasi, baginya berlaku semua ketentuan dan larangan berihram selama menempuh perjalanan menuju Jeddah antara 8-11 jam, sampai tahallul.
2. Di atas pesawat udara sebelum melintas di atas/berada pada garis sejajar dengan Yalamlam/Qarnul Manazil atau;
3. Di Bandar Udara King Abdul Azis Jeddah, sesuai dengan Keputusan Komisi Fatwa MUI tanggal 28 Maret 1980 yang dikukuhkan kembali tanggal 19 September 1981 tentang Mīqāt Haji dan Umrah.13. Bagaimana bentuk pakaian ihram bagi laki-laki dan perempuan?
Pakaian ihram bagi laki-laki adalah dua helai kain yang tidak berjahit; satu helai dipakai sebagai sarung dan satu helai sebagai selendang (disandangkan di bahu). Pakaian ihram tersebut bagi laki-laki disunatkan berwarna putih, sedangkan bagi perempuan adalah pakaian biasa yang menutup seluruh badan, tetapi harus terbuka bagian muka dan kedua telapak tangannya.
14. Apa boleh dalam keadaan ihram menyembelih hewan ternak untuk keperluan makan?
Boleh, karena yang dilarang adalah berburu dan membunuh binatang buruan darat yang halal serta binatang lain yang tidak membahayakan.
15. Apa saja yang dilarang selama dalam keadaan ihram?
Bagi laki-laki dilarang:
1. Memakai pakaian biasa.
2. Memakai kaos kaki atau sepatu yang menutupi mata kaki dan tumit.
3. Menutup kepala yang melekat seperti: topi atau peci dan sorban.
Bagi perempuan dilarang:
1. Menutup kedua telapak tangan dengan kaos tangan.
2. Menutup muka dengan cadar.
Larangan selama ihram bagi laki-laki dan perempuan adalah:
1. Memakai wangi-wangian kecuali yang sudahdipakai di badan sebelum niat haji/umrah.
2. Memotong kuku dan mencukur atau mencabut rambut dan bulu badan.
3. Memburu dan menganiaya/ membunuh binatang dengan cara apapun, kecuali binatang yang membahayakan boleh dibunuh.
4. Menikah, menikahkan atau meminang perempuan untuk dinikahi.
5. Bercumbu atau bersetubuh.
6. Mencaci, bertengkar atau mengucapkan katakata kotor.
16. Apa saja ibadah yang boleh dilakukan oleh perempuan selama haid dalam ibadah haji?
Semua ibadah boleh dilakukan, kecuali shalatdan thawaf.
17. Apakah jemaah haji laki-laki atau perempuan yang sedang berihram boleh melepaskan pakaian ihramnya?
Boleh, melepas pakaian ihramnya di tempat tertutup, seperti ketika berhajat di kamar mandi atau menggantikannya karena kotor. Apabila membuka pakaian ihram di tempat terbuka hukumnya haram, tetapi tidak kena dam.
18. Apakah boleh berihram haji/umrah sebelum sampai mīqāt?
Boleh berihram haji/umrah sebelum sampai mīqāt. Menurut Abu Hanifah hukumya lebih utama.19. Apakah boleh laki-laki yang sedang berihram menutup kepala dengan payung?
Boleh, menutup kepala dengan sesuatu yang tidak menempel di kepala, seperti payung.20. Apakah boleh jemaah haji yang sedang ihram menggunakan pasta gigi, sabun mandi, membunuh nyamuk dan lalat?
Boleh dan tidak kena dam, karena bertujuan untuk kebersihan gigi dan merawat kesehatan (tidak untuk wangi-wangian). Demikian juga diperbolehkan membunuh nyamuk, lalat, dan binatang lain yang mengganggu.
21. Apa hukumnya menyisir rambut dalam keadaan ihram?
Boleh, apabila berkeyakinan tidak akan merontokkan rambutnya, akan tetapi sebaiknya dihindari.
22. Apakah boleh suami-istri yang sudah menyelesaikan umrah bagi haji tamattu’ bersetubuh (jima’)?
Boleh, apabila sudah menyelesaikan tawaf, sa’i dan cukur.
23. Apakah boleh suami-istri yang sedang menunaikan ibadah haji bersetubuh (jima’)?
Boleh, apabila tidak sedang dalam keadaan ihram dan sudah tah}allul tsani.
24. Apa yang dimaksud mīqāt makānī?
Mīqāt makānī adalah tempat yang dijadikan batas untuk memulai ihram haji/umrah.
25. Di mana letak mīqāt makānī itu?
Letak mīqāt makānī ada 5 (lima) tempat, yaitu:
1. Zulhulaifah (Bir Ali), tempat mīqāt-nya bagi penduduk Madinah dan yang melewatinya.
2. Juhfah, mīqāt-nya penduduk Syam dan yang melewatinya.
3. Qarnul Manazil (as-Sail), mīqāt-nya penduduk Najad dan yang melewatinya.
4. Yalamlam, mīqāt-nya penduduk Yaman dan yang melewatinya.
5. Zatu Irqin, mīqāt-nya penduduk Iraq dan yang melewatinya.
Tempat-tempat tersebut di atas telah ditetapkan oleh Rasulullah SAW sebagai mīqāt makānī
untuk berhaji/umrah bagi penduduk dan bagi setiap orang yang melewatinya walaupun bukan termasuk penduduknya.
26. Di manakah letak mīqāt makānī jemaah haji Indonesia?
Letak mīqāt makānī bagi jemaah haji Indonesia gelombang I yang datang dari Madinah
adalah Zulhulaifah (Bir Ali). Sedangkan jemaah haji Indonesia gelombang II yang langsung ke Makkah, mīqāt makānīnya adalah di atas udara sejajar dengan Yalamlam/Qarnul Manazil. Apabila dianggap sulit, dapat dilaksanakan di Asrama Haji Embarkasi atau setelah sampai di Bandar Udara internasional King Abdul Aziz (KAIA) Jeddah.
27.Apakah Tan’im, Ji’ranah, dan Hudaibiyah itu Mīqāt Haji?
Tan’im, Ji’ranah dan Hudaibiyah bukan mīqāt haji. Ketiganya adalah mīqāt umrah bagi penduduk Makkah atau bagi orang yang mukim (tinggal) di Makkah, termasuk jemaah haji yang akan melaksanakan umrah.
28. Apa yang dimaksud thawaf?
Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 (tujuh) kali putaran dengan berjalan kaki, di mana Ka’bah selalu berada di sebelah kirinya, dimulai dan diakhiri pada arah sejajar dengan Hajar Aswad. Bagi yang uzur boleh menggunakan kursi roda yang tawafnya dilakukan di lantai 2, lantai 3 dan lantai 4, atau skuter matik yang tersedia di tempat khusus di lantai tiga.
29. Apakah setiap orang yang masuk Masjidil Haram harus
thawaf sunah?
Tidak harus thawaf, hanya saja bila memungkinkan dapat melaksanakan thawaf sebagai pengganti shalat sunat tahiyyatul masjid.
30. Apakah setiap orang melakukan thawaf harus suci dari hadas\ besar atau kecil?
Ya, setiap orang yang melakukan thawaf harus suci dari hadas\ besar dan hadas\ kecil.
31. Apakah jemaah haji yang batal wudunya harus mengulangi thawafnya?
Wajib berwudu dan mengulang putaran tawaf yang batal dari arah sejajar Hajar Aswad/mulai thawaf. Sementara putaran tawaf sebelumnya sah.
32. Apakah orang yang thawaf harus menghentikan thawafnya apabila datang waktu shalat wajib yang dilakukan berjamaah?
Apabila datang waktu shalat wajib yang dilakukan berjamaah, maka bagi yang thawaf harus menghentikan thawafnya untuk mengikuti shalat berjamaah lebih dahulu dan putaran thawaf yang masih tersisa diteruskan setelah selesai shalat dari tempat di mana ia mulai niat memasuki barisan/s}af shalat.
33. Wajibkah menghadap sepenuh badan ke Ka’bah ketika akan memulai thawaf?
Menghadap sepenuh badan ke Ka’bah ketika
akan memulai thawaf tidak wajib, tetapi disunahkan apabila keadaan memungkinkan. Jika tidak memungkinkan cukup dengan memiringkan badan dan menghadap muka ke arah Ka’bah serta melambaikan tangan dan mengecupnya sambil mengucapkan: Bismillāhi Wallāhu Akbar.
34. Apakah disunahkan mengusap atau isyarat pada waktu melewati Rukun Yamani?
Disunahkan istilam/melambaikan tangan ke arah Rukun Yamani dan tangannya tidak usah dikecup.
35. Apa hukumnya ramal (lari-lari) bagi laki- laki pada putaran thawaf ke 1 s.d. 3?
Disunahkan bila situasinya memungkinkan. Namun tidak disunahkan bagi perempuan.
36. Apa yang dimaksud shalat sunat thawaf?
Shalat sunat thawaf adalah shalat 2 (dua) rakaat yang dilakukan setelah selesai thawaf.
37. Di manakah melaksanakan shalat sunat thawaf?
Shalat sunat thawaf dilakukan di belakang Maqam Ibrahim. Bila tidak mungkin, maka dilakukan di mana saja, baik di dalam maupun di luar Masjidil Haram, dan baik di Tanah Haram maupun di luarTanah Haram.
38. Apakah setiap thawaf harus diikuti dengan sa’i?
Tidak semua thawaf harus diikuti dengan sa’i, seperti thawaf sunat.
39. Ada berapa macam thawaf yang diikuti sa’i?
Ada tiga macam:
a. Thawaf ifad}ah, yakni thawaf rukun haji bagi haji tamattu’ dan bagi haji ifrād atau haji qirān yang belum sa’i setelah waktu thawaf qudum.
b. Thawaf qudum bagi haji ifrād atau haji qirān.
c. Thawaf umrah.
40. Ada berapa macam thawaf itu?
Thawaf ada 5 (lima) macam, yaitu:
a. Thawaf qudum
b. Thawaf rukun (ifad}ah dan umrah)
c. Thawaf sunat
d. Thawaf wada’
e. Thawaf nadzar
41. Apakah batal wudunya apabila laki-laki dan perempuan bersentuhan badan ketika tawaf?
Persentuhan kulit laki-laki dan wanita ajnabi menurut madzhab Syafi’i mengakibatkan batal wudhu. Namun menurut madzhab Maliki tidak membatalkan wudhu. Dalam kondisi semacam ini timbul permasalahan perpindahan madzhab (talfiq). Pada dasarnya perpindahan madzhab dibolehkan, karena dharurat syar’i. Namun dalam hal wudhu maka talfiqnya dengan cara mengikuti imam Malik yaitu wudhunya menggosok-gosok anggota wudhu dan harus menyapu seluruh kepalanya.1Karena itu, sebaiknya jemaah haji ketika hendak tawaf agar wudhunya mengikuti cara imam Malik.
42. Apakah yang dimaksud thawaf qudum?
Thawaf qudum adalah thawaf yang dilakukan oleh orang yang baru tiba di Makkah sebagai penghormatan terhadap Ka’bah.1 Ibrahim Hosen, Fiqh Perbandingan Masalah Pernikahan,(Jakarta: Pustaka Firdaus, 2003), hal.106.
43. Apakah yang dimaksud thawaf umrah?
Thawaf umrah adalah thawaf yang dikerjakan setiap melakukan umrah wajib atau umrah sunat.
44. Apakah yang dimaksud dengan thawaf sunah?
Thawaf sunat adalah thawaf yang dilakukan setiap saat ketika seseorang berada dalam Masjidil Haram tidak diikuti dengan sa’i dan yang bersangkutan mengenakan pakaian biasa.
45. Apakah yang dimaksud thawaf wada’?
Thawaf wada’ adalah thawaf pamitan yang dilakukan oleh setiap orang yang telah selesai melakukan ibadah haji/umrah dan akan meninggalkan kota Makkah.
46. Apakah hukum thawaf wada’?
Hukum thawaf wada’ adalah wajib bagi setiap orang yang akan meninggalkan kota Makkah. Menurut pendapat Imam Malik, hukumnya mustahab (dianjurkan).
47. Kapankah thawaf wada’ dilakukan?
Thawaf wada’ dilakukan setelah selesai melaksanakan ibadah haji/umrah pada waktu akan
meninggalkan kota Makkah, baik akan pulang ke Tanah Air atau akan ziarah ke Madinah, yang tidak akan kembali lagi ke Makkah.
48. Apakah boleh jemaah haji yang telah melakukan thawaf wada’ kembali ke Hotel?
Boleh, jemaah haji yang telah melakukan thawaf wada’ kembali ke Hotel untuk sesuatu keperluan, seperti untuk mengambil barang atau membuang hajat, menunggu bis atau menghindari terik panas matahari.
49. Bolehkah setelah tawaf wada’ tidur di hotel dan harus langsung keluar dari Makkah ?
Boleh, selama dia tidak mukim di Makkah. Seseorang dianggap mukim, sebagaimana berlaku dalam ketentuan sholat jamak dan qashar, menurut Imam Malik, Syafi’i, Abu Tsaur dan Ahmad, adalah 4 hari. Bahkan menurut Abu Hanifah, selama tidak bermaksud menetap di Makkah, dia tidak mengulang tawafnya, meskipun masih tinggal di Makkah selama satu tahun.
50. Apakah hukumnya jemaah haji yang haid/nifasnya berhenti sementara, lalu dia bersuci (mandi) dan melakukan thawaf?
Thawaf yang dilakukan jemaah tersebut sah dan tidak dikenakan dam, sekalipun setelah mengerjakan amalan tersebut darah haidl/nifasnya keluar lagi.
51. Apa hukumnya melakukan thawaf wada’ bagi perempuan yang sedang haid/nifas?
Tidak wajib, cukup berdoa di depan pintu Masjidil Haram, dan tidak dikenakan dam.
52. Apa hukumnya thawaf wada’ bagi jemaah haji yang sakit berat?
Tidak wajib dan tidak dikenakan dam.
53. Siapakah saja yang boleh meninggalkan thawaf wada’?
a. Jemaah haji wanita yang sedang haidh
b. Wanita yang nifas, istihadahah (keluar darah penyakit secara terus menerus)
c. Orang yang beser
d. Anak kecil
e. Orang yang lemah
f. Orang yang terkena luka sehingga darah terus keluar
g. Orang yang takut dari perbuatan orang dzalim
h. Orang yang takut tertinggal rombongan
E. Munajat di Multazam, shalat di belakang Maqam Ibrahim, dan shalat di Hijir Ismail
54. Apa yang dimaksud dengan munajat?
Munajat adalah mencurahkan isi hati, berserah diri untuk mendekatkan diri kepada Allah.
55. Di manakah letak Multazam?
Multazam adalah tempat yang terletak antara Hajar Aswad dan Pintu Ka’bah.
56. Apa hukumnya munajat di Multazam?
Hukumnya adalah sunat apabila keadaan memungkinkan.
57. Bagaimana cara munajat di Multazam?
Munajat di Multazam dapat dilaksanakan dengan merapatkan badan di Multazam apabila memungkinkan, kalau tidak memungkinkan dapat dilaksanakan dengan cara mengambil tempat persis di depan Multazam atau tempat yang searah dengan Multazam.
58. Kapan munajat di Multazam dilaksanakan?
Munajat di Multazam disunatkan setelah thawaf serta dapat dilakukan kapan saja.
59. Apa dan di mana letak Maqam Ibrahim?
Maqam Ibrahim adalah batu tempat berpijak Nabi Ibrahim AS. pada saat membangun Ka’bah dan terletak antara Rukun Hajar Aswad dan Rukun Syami, berbentuk sangkar burung dan di atas batu tersebut ada bekas telapak kedua kaki Nabi Ibrahim AS.
60. Apa saja ibadah yang dapat dilaksanakan di Maqam Ibrahim?
Di belakang Maqam Ibrahim dapat melakukan shalat sunat thawaf dan berdoa.
61. Kapan waktunya shalat sunat di belakang Maqam Ibrahim dilakukan?
Shalat sunat di belakang Maqam Ibrahim dapat dilakukan setelah selesai thawaf, kecuali pada waktu datang shalat fardu.
62. Apa dan dimana letak Hijir Ismail itu?
Hijir Ismail adalah bagian bangunan dari Ka’bah yang terletak antara Rukun Syami dan Rukun Iraqi yang ditandai dengan tembok berbentuk setengah lingkaran.
63. Apa saja ibadah yang dapat dilaksanakan di dalam Hijir Ismail?
Di dalam Hijir Ismail merupakan tempat mustajab, di sini dapat melakukan shalat sunat, berdzikir dan berdoa. Shalat sunat di Hijir Ismail tidak ada kaitannya dengan thawaf, dapat dilakukan kapan saja.
64. Apa keutamaan shalat di Hijir Ismail?
Keutamaan shalat di Hijir Ismail adalah sama dengan shalat di dalam Ka’bah.
65. Kapan shalat sunat di dalam Hijir Ismail dilakukan?
Shalat sunat dapat dilakukan kapan saja, kecuali pada waktu datang shalat fardu.